*Mungkin* Saya akan menangis.. HuHuHu..
August 13th, 2008 by not-in-hereIts true that God always works i mysterious way.
Setelah mencatat track record yang lumayan panjang, akhirnya sekarang my life is totally changed since I’ve found him , as the one that I really really deserve to be with. And everythings seems perfect for this couple mounth since I’ve known him.
He adores me, loves me, and all the sweetest things that every girl could said when they’re in love *haha*. But what really matter for me is, he always makes me feel safe in my own skin. I never had this feeling before..
Being with him, I dont have to be anyone else but me.
Waktu jaman pendekatan dulu,
pernah suatu hari kita janjian ketemuan di kampusku trus makan siang bareng sama beberapa orang temenku lainnya.. Hari itu as ussual, I dressed up nicely seperti layaknya seorang cewek girly (ehm!) pergi kuliah,,
you now, high heels and stuff..
Setelah kita makan siang bareng, ternyata ada perubahan rencana mendadak. Seorang temenku yang lain minta tolong aku untuk nganterkan alat yang dirancang buat tugas akhirnya ke bengkel ( actually.. alat apakah itu sebenernya, aku juga sama sekali gak paham..)
Mengingat jarak bengkel yang jauh dan kondisi AC mobilku yang sama sekali nggak cukup dingin, aku pikir akan sangat nggak nyama buat tetep keukeh tampil cantik dengan girly shirt yang bahannya lumayan tebel, plus high heels pula. Its just such a stupid idea.
Tapi aku pikir lagi, kan aku bakal pergi ama “dia”, bukankah sepantasnya kita jaga penampilan didepan si target?
But on my second thought, aku pikir lagi..
Screw it.
Aku lebih nggak sanggup nahan kepanasan daripada nurutin hasratku buat tebar pesona di depan “dia”.
Jadilah siang itu, kita berenam pergi ke bengkel, dengan aku yang berubah wujud dengan baju pinjeman dari temenku : celana jins selutut, kaos tidur (seriously! Kaos itu cuman dipake temenku buat pergi tidur..) dan sandal jepit yang untungnya pas seperti ukuranku ^^
Surprisingly ternyata perubahan wujudku itu sama sekali nggak berpengaruh sama how he treated me..
Tadinya aku pikir “dia” bakal ilfil liat penampilanku yang kaya’ cinderlela udah lewat tengah malem itu ( well, not to mentioned panas matahari yang bikin keringetan dan melunturkan make-up ku, yaa.. ).
Tapi ternyata, Cara dia ngomong, becanda-becanda, tetep aja sama when I appeared dressed up. “Dia” tetep excited ngobrol-ngobrol tentang macem-macem,, dan yang bikin kaget, meskipun “dia” sangat beraliran emo, tapi juga sependapat kalo Josiah yang nyanyiin Grace Kelly-nya Mika di audisi American Idol itu keren! First thing I know that we have something in common,, And we had a long-nice conversation that whole evening, without me even worrying about how messed up I looked..
Hmm,, still talking about how he makes me feel save in my own skin, yaa..
Pernah suatu hari, aku mengidap penyakit yang sampe sekarang belum teridentifikasi.. Komplikasi antara Perut mual, lidah kerasa pait, pusing, dan kelaparan tapi ga selera makan. Secara fisiologis, efeknya adalah aku males mandi selama dua hari ( hehehe,, ga ada hubungannya..). Tapi “dia” dateng kerumahku, sambil bawain obat dan bubur ayam kampung yang enak banget (bahkan ketika lidahku nggak bisa ngerasain sekalipun), dan tetep mau duduk di deketku meskipun aku bilang kalo nggak mandi dua hari, hwkwkwk..
Another things that makes me think it all seems perfect adalah, his acceptance of my past. Instead of bersikap judgemental terhadap pengalamanku bersama orang(-orang) yang pernah jadi bagian hidupku dulu, “dia” justru menawarkan buat move on bareng, trus bikin ending yang baru, berdua.. An offer that I cannot resist.
Bohong banget kalo dibilang kita ngga pernah berantem, ato minimal argue tentang sesuatu. Meskipun pemikiran kita mirip banget, but it’s not easy to being “us”, right? Tapi kita selalu punya cara to figured things out segala permasalahan berdua. Dan semua akan selesai dalam waktu paling lama 1X24 jam.. Jadi ga perlu lapor Pak RT..
But here’s the things yang bener-bener..
duh, mikirinnya aja males deh..
Tanggal 25 Agustus 2008 besok, dia harus menjalani masa Pre-employment di sebuah perusahaan minyak asing di Jakarta. But nope, dia bukan cuman seminggu-dua minggu disana, but he actually works there ( bahkan kalo ada perintah yang lebih kejam lagi, dia bisa aja dipindahkan ke luar pulau Jawa, or even keluar Indonesia..).
Then I’ll said, “welcome” to Long-Distance-Relationship.
Shit.
Wajar banget kalo orang bersikap skeptis tentang LDR.
Logika sederhananya, wong menjalin hubungan sama orang yang tiap hari ketemu aja susah, apalagi yang jauh ?
And I was that kind of people.
Lepas dari LDR ato nggak, I know I trusted him. Bukan cuman karena alasan gombal such as “I can see it in his eyes” dan sebagainya, but in everythings he does yang membuktikan kalo he can be trusted.
Dan trust yang aku maksud,
bukan cuman trust on him about ‘us’,
tapi lebih ke trust on him about ‘him’.
Paling nggak sekarang, aku percaya kalo dia pergi memang dengan niat untuk kerja.
Waktu kita ngobrol berdua, dia pernah bilang, he’s just 21, dan anak-anak seumurnya sekarang lagi gencar-gencarnya bersenang-senang, but he has to work already.
Harus, karena itu keputusan yang udah dia bikin sendiri.
Perusahaan itu career-oppurtinitynya jelas..
Beberapa tahun lagi ketika temen-temennya yang lain baru mulai started their worklife, dia bakal udah settle..
Lagipula, hiered di perusahaan multinasional yang besar, bahkan sebelum dia lulus kuliah, adalah suatu privilage yang nggak bisa didapat dengan mudah, kan?
Sesuatu yang harus benar-benar disyukuri..
Tapi,
LDR ??
Adakah yang harus disyukuri tentang itu ??
Let see what we can do..
Telepon dan sms.
Bisa, meskipun sepertinya bakal nggak intense karena kerjaannya yang bisa jadi mengharuskan dia stay di tempat-tempat yang nggak terjangkau sinyal (misal, ditengah laut lepas ato mungkin bahkan di dalem laut, sambil tebar pesona sama putri duyung dan ikan hiu..). Bahkan meskipun bisa, gimana kalo dia terlalu capek abis kerja sampe-sampe bahkan nggak punya tenaga buat pegang handphone?
Instant messanger.
Meskipun super canggih, sampe bisa liat mukanya dan denger suaranya, tetep aja nggak praktis. Karena ini berarti aku harus menemukan cara gimana laptop dan speedy bisa dibawa kemana-mana dan dipake kapan saja. Lagipula, masi belum dapat dipastikan apakah tempat tinggalnya di Jakarta nanti dilengkapi wi-fi ato nggak. Susah, kan?
Migg33.
Sangat nggak bisa diandalkan. Sinyal GPRS sering putus-nyambung, justru bikin salah paham kalo ada teks yang nggak nyampe..
Sekarang juga belum kepikiran other option that we have.
Mesipun cliche, tapi nggak ada yang bisa replace his presence.
Beneran deh. Im gonna miss waktu kita spent time bareng, bahkan cuman sekedar ngopi sambil makan pancake bakar, sambil ngobrol tentang almost everything sampe malem banget (yang ditandai dengan telepon dari mamaku yang berisi perintah “Uda malem, cepet pulang!”).
Actually, it’s not like aku tipe cewek yang minta dikawal tiap pergi kemana-mana.
Jalan sendirian adalah hal yang sangat biasa buat aku. Cukup dengan memastikan dapet tempat parkir yang aman (nggak mengharuskan untuk belok di tikungan tajem ato parkir mundur, red.), then Im ready to go. Tapi mungkin besok, waktu aku ngeliat dating couple jalan berdua, Im gonna miss him and wondering how he’s doing without me.. And it’ll hurt.
Deep down inside, I feel really happy for him.
Buat semua kebahagiaan yang bakal dia dapet setelah kerja..
Working experience that money can’t buy..
dan yang paling penting, I know that he’s on the way to make his dream comes true now.
Dan aku bener-bener nggak pingin jadi penghalang itu semua, dengan bertingkah cengeng dan membesar-besarkan soal LDR itu..
So I guess it just a test, right?
To see how patience we are, then to see how much it’s all worth.
I always know that it’s not gonna be easy,
but I wish it won’t be that hard on us..
The funny things is,
Baru beberapa bulan yang lalu aku sadar kalo I’ve played too much,
and I need someone to rely on,
dan pada tingkat yang paling sederhana adalah dengan learn to keep my faith in someone.
Then I met him and fallen for him,
Then voila..
LDR it is.
I know that there’s gonna be the day when I get so tiered of missing him and just can’t get take it..
But I now that he’s gonna feel the same way.
All I have to do is realize,
that sometimes shit happen in ourlife,
and we could do nothing about it.
Seperti katanya Jupiter waktu jenguk Sheila Marcia di penjara,
“Kadang Tuhan membiarkan sesuatu terjadi karena ada rencana yang indah dibelakang itu”.
Hopefully.
